Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Dorong Terciptanya Ekonomi Kreatif Berbasis Agroekologi Masyarakat di Desa Pajahan Universitas Umum

Untuk mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Pascasarjana, Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Kebun Lestari, Pariwisata Berkelanjutan: Membuka Peluang Ekonomi Kreatif Berbasis Agroekologi Masyarakat” pada hari Kamis, 7 Mei 2026 yang bertempat di Banjar Banyusari, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Dipilihnya Desa Pajahan sebagai lokasi pengabdian adalah karena Desa Pajahan merupakan kawasan perbukitan dengan potensi perkebunan kopi dan tanaman tropis yang melimpah. Namun, masyarakat masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan nilai tambah hasil kebun serta mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan. 




Prof. Arthana sebagai Korprodi S3 Ilmu Lingkungan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani dan masyarakat lokal melalui pendekatan agroekologi dan ekonomi kreatif, guna mewujudkan desa wisata berbasis masyarakat yang lestari. Selain itu dengan adanya kegiatan ini juga diharapakan akan mampu meningkatkan wawasan petani tentang diversifikasi produk perkebunan (kopi, salak, durian, kelapa) menjadi olahan bernilai jual tinggi, memberikan motivasi dan pengetahuan praktis pengelolaan homestay, villa skala kecil, serta paket wisata edukatif, serta menjalin kemitraan berkelanjutan melalui pembentukan kader desa binaan. 

Pengabdian kepada masyarakat kali ini selain diikuti oleh dosen, mahasiswa dan pegawai juga turut mengundang Kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Camat Pupuan, Peberkel Pajahan, Su-Re.Co, serta masyarakat Desa Pajahan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan yang kali ini diwakili oleh Ni Putu Adi Muliani, SST.Par, S.Sos, MM sebagai Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata dalam sambutannnya menyampaikan terima kasih kepada PDIL Unud karena telah dipilihnya Desa Pajahan sebagai lokasi pengabdian. Untuk menuju supaya Desa Pajahan bisa ditetapkan sebagai kawasan pariwisata, langkah awal yang perlu dilakukan adalan segera membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) imbuhnya.




Kegitan ini juga diisi dengan paparan dari Prof Arthana tentang pengolahan kopi, salak, durian, alpukat, dan kelapa menjadi produk olahan (keripik, dodol, minyak kelapa, packing lunch agrowisata) serta nilai tambah kopi organik tanpa pupuk kimia berlebihan. Kemudian dilanjutkan oleh paparan dari Prof. I Made Sudarma dosen PDIL yang juga merupakan Ketua Forum Kordinasi DAS Provinsi Bali yang memaparkan terkait hal-hal yang dapat menginspirasi warga dengan ide coffee tasting, roasting workshop, trekking kebun bernilai sejarah transmigrasi, serta penjualan tanaman hias pegunungan. Disampaikan pula bahwa satu kelompok tani bisa bergantian peran sebagai pemandu, juru masak, atau pengelola homestay tanpa modal besar. Paparan terakhir adalah dari Su-Re.Co yang membuka peluang keterlibatan NGO dari Jepang untuk turut membangun Desa Pajahan.




Sementara itu, Direktur Pascasarjana Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, S.T., M.A.Sc., Ph.D, dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas akademisi adalah mendampingi dan membantu memfasilitasi yang menjadi kemauan dari masyarakat, selebihnya keberhasilan dari program yang diinginkan semua tergantung dari dukungan seluruh masyarakat berserta stake holder terkait baik yang ada di desa, kecamatan, maupun Kabupaten Tabanan. Diakhir acara diserahkan sertifikat penghargaan kepada Perbekel Desa Pajahan yang kali ini diwakili oleh I Wayan Murdiasa (Sekretaris Desa Pajahan), serta kenang-kenangan berupa dua buah alat pencacah makanan ternak yang merupakan sumbangan dari peserta pengabdian, yakni dosen, mahasiswa, serta staf yang hadir dalam kegiatan ini (DK)