Pengelolaan Lingkungan Budidaya Udang Vaname Universitas Umum

Denpasar, Jumat (30/01/2026), bertempat di Ruang Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Pascasarjana Universitas Udayana (Unud), menggelar Ujian Akhir Tahap II (Ujian Terbuka) dengan Promovenda Dewa Ayu Angga Pebriani, S.Pi., MP. Pebri berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Evaluasi dan Strategi Pengelolaan Budidaya Udang Vaname yang Berkelanjutan di Kecamatan Gerokgak, Bali" dihadapan penyanggah dan undangan akademik. Bertindak sebagai pimpinan sidang adalah Koordinator PDIL Pascasarjana Unud sekaligus promotor yakni Prof. I Wayan Arthana, MS., PhD., yang beranggotakan delapan orang penyanggah yakni, Prof. Dr. Drs. I Wayan Budiarsa Suyasa, MS., Dr. Pande Gde Sasmita Julyantoro, S.Si., M.Si., Dr. Drs. I Made Sara Wijana, M.Si., Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, MSc, PhD., Prof. Ir. Ida Ayu Astarini, M.Sc. Ph.D., Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, MS., Prof. Dr. Ir. I Wayan Sandi Adnyana, MS., dan Dr. Nyoman Dati Pertami, S.P., M.Si., serta lima orang undangan akademik yakni Ima Yudha Perwira. S.Pi., M.P., D.Sc., Dr. Ni Made Suartini,S.Si.,M.Si., Ni Made Utami Dwipayanti, ST., M.BEnv., PhD., Dr. Ir. Dwi Budi Wiyanto, S. Kel., MP., dan Dr.Sc. Widiastuti, S.Kel., M.Si.




Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kecamatan Gerokgak, Bali, merupakan sektor akuakultur yang berkembang pesat, buka Pebri dalam paparannya. Namun, peningkatan aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, terutama pencemaran perairan akibat limbah budidaya yang mengandung bahan organik dan nutrien tinggi, hal inilah yang membuat saya tertarik unutk melakukan penelitian, imbuhnya. Ditambahkan Pebri, kajian keberlanjutan dan strategi pengelolaan yang komprehensif diperlukan untuk memastikan kegiatan budidaya berjalan secara berkelanjutan. Status keberlanjutan budidaya udang vaname dianalisis menggunakan metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) dalam kerangka Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) pada lima dimensi (ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi). Strategi pengelolaan dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) berdasarkan masukan dari ahli dan petambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air limbah budidaya secara umum tergolong tercemar ringan, dengan fluktuasi tertinggi terjadi pada bulan Mei-Juni. Parameter amonia, nitrit, nitrat, dan BOD menunjukkan korelasi positif yang kuat. Analisis rasio C/N dan total mikroba pada air dan sedimen mengindikasikan adanya akumulasi bahan organik, tutup Pebri dalam paparannya.




Sementara itu Prof. I Wayan Arthana, MS., PhD., selaku Promotor di akhir ujian terbuka, memberikan sambutan tentang makna disertasi dan ucapan selamat kepada promovenda, keluarga, serta Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana tempat promovenda mengabdi yang telah menambah dosen yang bergelar doktor. Prof Arthana menyampaikan bahwa penelitian ini fokus pada pengelolaan budidaya udang vaname di Gerokgak, Bali—sektor yang vital bagi perekonomian lokal dan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan konkret seperti risiko pencemaran limbah tambak, penggunaan sumber daya (air, energi) yang boros, dan fluktuasi harga yang mengancam kelangsungan usaha, imbuh Prof. Arthana (DK).